Tahun: 2025
| 1 | Aspek Preventif | Penyusunan regulasi dan SOP: Menetapkan aturan yang jelas terkait ketertiban umum, termasuk standar operasional patroli, penanganan kerumunan, dan mekanisme pelaporan. | 1 | |
| 1 | Aspek Preventif | Pendidikan masyarakat: Sosialisasi melalui media, sekolah, dan komunitas tentang pentingnya menjaga ketertiban. | 1 | |
| 1 | Aspek Preventif | Kemitraan dengan tokoh masyarakat: Melibatkan tokoh agama, adat, dan pemuda dalam kampanye ketertiban. | 1 | |
| 2 | Aspek Kuratif | Patroli rutin Satpol PP: Penjagaan di titik rawan seperti pusat kota, kawasan perdagangan, dan fasilitas publik. | 1 | |
| 2 | Aspek Kuratif | Penegakan hukum: Tindakan tegas terhadap pelanggaran ketertiban, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. | 1 | |
| 2 | Aspek Kuratif | Koordinasi lintas instansi: Kerja sama dengan kepolisian, dinas perhubungan, dan dinas sosial untuk penanganan masalah spesifik (kemacetan, gelandangan, dll.). | 1 | |
| 3 | Aspek Rehabilitatif | Pendampingan sosial: Program pembinaan bagi pelanggar ketertiban, seperti anak jalanan atau pedagang kaki lima. | 1 | |
| 3 | Aspek Rehabilitatif | Digitalisasi sistem pelaporan: Memanfaatkan aplikasi untuk dokumentasi, monitoring, dan evaluasi kegiatan ketertiban. | 1 | |
| 4 | Aspek Evaluasi dan Pengawasan | Indikator kinerja: Jumlah pelanggaran yang ditindak, tingkat kepuasan masyarakat, dan penurunan kasus gangguan ketertiban. | 1 | |
| 4 | Aspek Evaluasi dan Pengawasan | Pelaporan berkala: Laporan operasional harian/mingguan untuk pimpinan daerah. | 1 |